1. Chapter 1 (1/2)

story in my life

– weqlyshuo_kjie

present. . .

.

.

.

kuelus pelan perut rataku yang sekarang sudah menjadi bundar, aku-kim minseok- seorang namja istimewa yang dapat mengandung. mengingat ini adalah bulan ke 6 janinku tumbuh setelah 'ia' buahi rahimku ini. apa aku tau sebelumnya jika aku dapat mengandung? tentu saja aku tau, tapi apa dia tau?

"baby, eomma kuat karenamu. eomma bisa bertahan untukmu baby, tumbuhlah dengan baik. eomma menyayangimu"

deretan kalimat itu sudah cukup kan menggambarkan bagaimana rasa sayang ini pada buah hatiku, ingatanku kembali melayang 7 bulan silam. kami melakukannya dengan rasa suka,sama suka. tak ada unsur paksaan dari pihak manapun

tapi, setelah ada manusia lain didalam tubuhku,'dia' mulai berubah perlahan seiring waktu berlalu. ia menyuruhku menggugurkannya, meminumkan obat dengan dosis tinggi pernah ia lakukan juga, mungkin kau tidak pernah tau rasanya orang yang kau cintai malah ingin membunuh buah hati kalian?

tes

tes

tes

tetes demi tetesan cairan bening ini meluncur begitu aku mengingat betapa indahnya kenangan kami selama 2 tahun terakhir, sebelum dia meninggalkan kami. aku sakit mengingatmu! tapi hati ini tak mampu membencimu sedikitpun

"kuatkan eomma baby" ucapku kembali menyemangati baby ku dan diriku sendiri

aku tidak ingin melihat babyku lahir tanpa seorang appa disisi kami, tapi apa daya yang bisa di perbuat oleh lelaki lemah sepertiku. bukankah hanya menangis lalu meracau dengan sendirinya?

"baiklah, kajja kita belanja untukmu lagi"

.

.

dulu aku bermimpi. jika besar nanti kehidupanku akan bahagia dengan suami dan anak kami tentunya, tapi mimpiku itu sepertinya harus aku kubur dalam-dalam. kenyataan yang kuterima berbeda jauh dengan mimpiku dulu, apa kau tau betapa sakitnya aku?

aku berjalan menyusuri deretan pertokoan di dongdaemun street, aku sedang mencari kebutuhan baby ku nanti. menyicil dari sekarang tak masalah kan? kumasuki toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi, senyum ku terpatri kala membayangkan baby ku memakai baju ini dan itu

saat aku sedang berjalan dideretan baju blush, ingatanku kembali melayang saat dia meninggalkanku pergi jauh entah kemana. jujur saja aku masih mengingat jelas perlakuan manisnya dan juga perlakuan kasarnya, sakitnya itu disini *tunjuk dada gue

"baby, apa ini bagus untukmu? eomma rasa, eh?" saat aku akan mengambil baju yang baby ku inginkan tadi, sepasang tangan akan mengambil baju itu juga dan dengan gerakan refleks aku menoleh padanya

seorang namja manis yang sepertinya sama denganku-male pregnant- menginginkan baju yang sama? entahlah aku hanya berfirasat jika dia sedang mengandung

"eh, maaf. jika kau suka dengan ini ambilah" senyumku lembut kepadanya dan dibalas pula dengan senyum lembut dibibir tebal miliknya

"ah ne, gamsahamnida errr" namja itu mengulurkan tangannya layaknya orang berjabat tangan

"kim minseok, dan kau siapa?"

"aku kim jongin boleh memanggilku kai, eh hyung. kau male pregnancy juga ya?" tanya jongin saat ia melihat perutku yang (lumayan) besar

"ah n-ne kai" bukankah kami sama-sama male preg? kenapa mesti gugup? dasar bodoh!

"bolehkah aku memanggilmu hyung?"

"tentu saja boleh" senyum ku tak pernah luntur jika melihat senyum yang berkembang tulus dibibir jongin

sejenak kulupakan masalah yang menimpa hidupku, kami sudah cukup akrab. bahkan kami sekarang sedang berada didepan danau yang ada ditaman. memperbicangkan masalah baby kami masing-masing dan kai cukup periang menurutku

"hyung, sudah mengandung berapa bulan"

"ini sudah menginjak 6 bulan kai, kau?"

"aku baru berjalan 4 bulan hyung, oiya mana suami hyung? dari tadi hyung sendirian kah?"

jleb

sakit ini kembali lagi, rasa perih yang baru saja selesai kubalut dengan kelembutan. kembali terkuak lebar dengan pertanyaan kai. tuhan, kuatkan aku dan babyku. huuh helaan nafasku sepertinya membuat kai menyadari perubahan raut wajahku?

"tunangan ku pergi meninggalkanku kai?" kupandang wajah kai yang tiba-tiba saja menangis, kenapa dia menangis? harusnya kan aku yang sedih? dasar aneh!

"suami ku juga pergi hyung, dia meninggalkanku. bahkan aku baru saja bertemu dengan dirinya dan (mungkin) kekasih barunya di toko sebelum hyung bertemu dengan ku"

kami bernasib sama? apakah ini yang dinamakan keadilanmu tuhan? bahkan kau membuat dua lelaki lemah seperti kami menanggung beban kehidupan yang sungguh berat seperti ini.

"kai" ucapku bergetar saat melihat kai menangis, aku paham sekali rasanya dikhianati

"hyung~" tangisan kami berdua pecah kala kai memelukku erat

20 menit sudah cukup kan untuk kami menangisi beban kehidupan yang kami tanggung. aku tidak boleh menangis hanya karena luhan meninggalkan ku, aku masih bisa bertahan hidup dengan baby ku mungkin besok akan dengan kai-meybe-

"kai, dengarkan hyung ne"

"huks, ne hyung"

aku mengusap perut nya yang masih belum nampak besar berbeda dengan milikku, usapan diperut orang hamil akan memberikan ketenangan sendiri bagi bayinya ataupun ibunya, percaya padaku.

"walaupun kita baru kenal beberapa jam lalu, nasib kita sama kai" aku memulai kata-kataku dengan lebih lembut dengannya

"apa yang kau rasakan, hyung juga merasakannya kai-ah. apa kau tau kai?" tanya ku pelan seraya menghapus deretan air mata yang masih jatuh dipipiku, kai menggeleng mendengar pertanyaanku

"baby mu juga merasakan apa yang eomma nya rasakan kai,sama juga seperti babyku, kita harus kuat bukan karena siapa-siapa. hanya untuk baby kita saja sudah cukup membuatmu kuat" senyumku mengembang kala merasakan anakku menendang untuk yang pertama kalinya. kubawa tangan kai kearah perut ku agar merasakan juga apa yang aku rasakan

kai tersenyum, mungkin ia juga ingin baby nya menendang seperti anakku. cukup lama kami bercengkrama, kelihatannya kai masih ingin denganku. kuajak saja dia keapartementku yaah hitung-hitung mengurangi kegusaran hati ini *ciyeeeh

"hyung"

"hm" jawabku singkat

"bolehkah aku-"

kutolehkan wajahku kearahnya, aku memandang wajahnya bingung. kenapa dia?

"boleh apa kai?"

"tinggal dengan hyung, sejak 2 bulan yang lalu. makanku tidak teratur hyung, aku suka sekali dengan hyung, hyung sudah seperti hyungku sendiri. padahal kita belum lama kenal kan? aku ingin diperhatikan denganmu hyung, bolehkah?" ucap kai tanpa jeda, tangan kanannya yang bebas memegang lenganku dengan dan menggoyang-goyangkannya

aku memang tinggal sendirian, tapi bagaimana jika dia jahat? ups, aniya. kai baik kok. tapi tetap saja aku masih waspada

"ehm kai, bukannya aku tidak memperbolehkanmu tinggal denganku, tapi kan kita baru saja kenal. dan kita belum tau kan sifat masing-masing?" kai mengangguk mengiyakan jawabanku

"tapi hyung, aku suka dengan hyung. aku ingin menjadi kuat bersama denganmu hyung"

kuhela nafasku perlahan, aku tau perasaan kai. dia hanya belum siap menerima kenyataan hidup ini? aku paham sekali, apa boleh buat

"baiklah kai, kau boleh tinggal denganku. asalkan kau tidak berkelakuan aneh-aneh di apartementku ne? kau bekerja dimana?" tanya ku

"sebenarnya aku dancer hyung, sebelum hamil. tapi setelah aku hamil aku berhenti dan bekerja menjadi menejer keuangan dikantor appaku" aku sedikit tercengang dengan jabatan kai, keren!

"oh jinjja? lalu kenapa kau tidak tinggal diapartementmu saja atau dirumah bumonimmu?" tanya ku sambil menggenggam tangannya yang bebas

"ne hyung, aku hanya ingin kita saling menguatkan. aku ingin kuat seperti hyung" kai berujar mantap, aku heran. sebenarnya dia ini apa? dewi medusa yang merangkap menjadi malaikat atau bagaimana sih?

"eh hyung, mau kemana?"

"tentu saja menunggu taksi, aku lupa membawa mobil. wae?" aku kebingungan menjawab pertanyaan kai

"kajja naik kemobilku, aku akan mengambilnya"

kai, namja yang manis menurutku. dia sepertinya kaya? tapi entahlah aku tidak perduli dengan hartanya yang seberapa. untuk beberapa saat ini kami mulai melupakan sakit hati masing-masing, mungkin dengan hadirnya kai dikehidupanku dan aku dikehidupan kai bisa merubah jalan pikiran kami.

.

.

.

.

kumasuki apartement minimalisku dilantai 3 perumahan yang lumayan elite, kutaruh barang-barang untuk babyku diatas sofa ruang tv ku, kulihat kai juga mendudukan dirinya disofa itu. aku sungguh iba padanya, namja mana yang tega dengan istrinya yang manis seperti ini? tapi nyatanya ada juga yang tega padanya cih, dunia memang sungguh tidak adil sama sekali menurutku

"kai, minum lah. mungkin kau lelah setelah berjalan menaiki tangga tadi jja minumlah" ucapku seraya mendudukan diriku disampingnya (lift macet)

"hyung, bagaimana luhan hyung bisa meninggalkanmu? ayolah ceritakan padaku dan babyku ini hyung" mwo? dia ingin aku menceritakan luhan? yang benar saja

"kai, aku bertunangan dengan luhan. lalu luhan menghamiliku dan dia pergi- tamat" ucapku singkat tanpa jeda sekalipun

"sesingkat itukah kisahmu hyung, beda sekali denganku yang panjang dan mungkin tak berujung. apa hyung mau mendengarkan keluhan ku? aku sakit hyung. tidak ada yang mau mendengarkanku, bagaimana mereka mau mendengarkanku jika aku saja mengurung diri terus menerus"

"baiklah kai, ceritalah pada hyung" senyumku miris

"aku dan sehun dijodohkan kedua orang tua kami hyung, aku menyukai sehun sejak pertama kali kulihat dirinya. jantung ini berdetak cepat hyung, rasanya nyaman sekali" kai berhenti sejenak sebelum melanjutkan ceritanya

"singkatnya, sehun tidak menyukai ku hyung. entahlah apa yang dia pikirkan tentangku? mungkin namja murahan atau ah aku tidak bisa mengatakanya, dihari pernikahan ku dan sehun aku sangat bahagia dengan nya yang tidak membatalkan pernikahan kami, apa hyung tau yang kami lakukan malam pertama kami? dia menamparku, mengatakan kata-kata hina untukku dan yang paling parah adalah; sehun menyetubuhiku dengan dibawah pengaruh alkohol hyung" aku menggeleng pelan kala kai meneteskan air matanya

aku tau kai apa yang kau rasakan itu lebih pedih dari yang aku alami; kai menikah-suaminya tidak mencintainya-lalu meninggalkannya ? tak ayal aku pun bertanya pada diriku sendiri, apa masalahku tak lebih menyedihkan dari kai? apa masalahku ini hal yang mudah untuk diselesaikan?

kupeluk tubuh kai dengan perut kami yang saling bersentuhan, menyalurkan kehangatan dan kepedihan secara bersamaan. ada baby kami yang tidak mengerti apa yang terjadi pada eomma mereka. kuatkan kami tuhan

"hyung, ceritakan apa kisahmu bersama appa dari baby mu ini" kai mencoba mengatur nafasnya dan mulai bertanya tentang apa yang aku alami

"baiklah, 2 tahun yang lalu aku bertemu dengan luhan secara tidak sengaja didepan caffe ku, entah siapa yang memulai duluan aku dan luhan setiap hari bertemu dan menjadi semakin dekat, kami memulai hubungan kami sembilan bulan lalu, memang terlalu cepat sih tapi whatever lah" kai mengangguk

"lalu hyung?"

"dianniversary kami yang ke 100 hari, luhan menyetubuhi dengan harapan aku namja biasa yang 'normal' akan organ reproduksiku, tapi setelah aku memberi tahunya tentang malah pergi meninggalkanku entah kemana dan hal yang dia katakan sebelum pergi adalah

'gugurkan bayi itu, ini uangnya lalu kita bisa bersama dan oh jangan lupakan angkat juga rahim sialanmu minseok-shi' apa kau tau kai? aku sering mencoba bunuh diri" aku mendongakan kepalaku, dan betapa kagetnya meilhat kai yang sesenggukan

"uljima, kai. kisah kita tidak jauh berbeda kan? sehun meninggalkanmu karena dia tidak mencintaimu dan luhan meninggalkanku karena dia mengira aku namja 'normal'."

"hyung, aku adalah orang yang paling menyedihkan pertama dan kau adalah yang kedua"

baiklah aku tau kalau aku ini menyedihkan, bahkan aku diurutan kedua dalam list menyedihkan people in world? ditinggal tunanganku, hamil,dan aaaah lelahnya tubuhku dan bathin ini tuhan.

cukup disini rasa sakit hari ini yang aku rasakan dan jangan lupakan tentang kisah kami yang tak berbeda jauh, kututup lembaran ingatanku untuk hari ini. selamat berjumpa denganku esok yang lebih baik bersama baby ku~

.

.